Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Januari 2014
Sabtu, 04 Januari 2014
Inilah 33 Tokoh Sastra Paling Berpengaruh di Indonesia!
BANDARLAMPUNG, teraslampung.com—Buku “33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh” yang disusun Jamal D. Rahman dkk diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Jumat (3/1). Penyusun buku, diwakili Jamal D. Rahman, mengatakan ada empat kriteria memasukkan nama tokoh sastra Indonesia ke dalam buku itu. Antara lain: Pertama pengaruhnya berskala nasional; kedua, pengaruhnya relatif berkesinambungan; ketiga, menempati posisi kunci, penting, dan menentukan; keempat, menempati posisi sebagai pencetus atau perintis gerakan baru yang melahirkan pengikut, penentang, dan melahirkan paradigma baru dalam kesusastraan Indonesia.
Berikut 33 nama sastrawan berpengaruh dalam satu abad terakhir di Indonesia:
1. Kwee Tek Hoay,
2. Marah Rusli,
3. Muhammad Yamin,
4. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)
5. Armijn Pane,
6. Sutan Takdir Alisyahbana
7. Achdiat karta Mihardja
8. Amir Hamzah
9. Trisno Sumardjo
10. H.B. Jassin,
11. Idrus,
12. Mochtar Lubis,
13. Chairil Anwar,
14. Pramoedya Ananta Toer,
15. Iwan Simatupang,
16. Ajip Rosidi,
17. Taufiq Ismail.
18. Rendra
19. NH Dini,
20. Sapardi Djoko Damono,
21. Arief Budiman,
22. Arifin C Noer
23. Sutardji Calzoum Bachri
24. Goenawan Mohamad,
25. Putu Wijaya,
26. Remy Silado,
27. Abdul HAdi WM
28. Emha Ainun Nadjib
29. Afrizal Malna,
30. Denny J.A.,
31. Wowok Hesti Prabowo,
32. Ayu Utami,
33. Helvy Tiana Rosa
Berikut 33 nama sastrawan berpengaruh dalam satu abad terakhir di Indonesia:
1. Kwee Tek Hoay,
2. Marah Rusli,
3. Muhammad Yamin,
4. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)
5. Armijn Pane,
6. Sutan Takdir Alisyahbana
7. Achdiat karta Mihardja
8. Amir Hamzah
9. Trisno Sumardjo
10. H.B. Jassin,
11. Idrus,
12. Mochtar Lubis,
13. Chairil Anwar,
14. Pramoedya Ananta Toer,
15. Iwan Simatupang,
16. Ajip Rosidi,
17. Taufiq Ismail.
18. Rendra
19. NH Dini,
20. Sapardi Djoko Damono,
21. Arief Budiman,
22. Arifin C Noer
23. Sutardji Calzoum Bachri
24. Goenawan Mohamad,
25. Putu Wijaya,
26. Remy Silado,
27. Abdul HAdi WM
28. Emha Ainun Nadjib
29. Afrizal Malna,
30. Denny J.A.,
31. Wowok Hesti Prabowo,
32. Ayu Utami,
33. Helvy Tiana Rosa
Jumat, 03 Januari 2014
Buku ‘33 Sastrawan Indonesia Paling Berpengaruh’ Diluncurkan
JAKARTA, teraslampung.com—Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin meluncurkan buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh, di PDS H.B. Jassin, Kompleks Taman Ismail Marzuki,Cikini, Jakarta, Jumat (3/1). Buku yang disusun oleh para sastrawan Indonesia itu diharapkan akan menjadi sumber referensi penting bagi perkembangan dan kemajuan sastra Indonesia.
Penyair Jamal D. Rahman, ketua tim penyusun buku, mengatakan buku setebal 777 halaman tersebut berisi 33 sastrawan Indonesia sejak tahun 1900 hingga kini. Menurut Jamal ke-33 tokoh sastra Indonesia paling berpengaruh itu adalah hasil seleksi panjang yang dilakukan oleh Tim 8 pada tahun 2013.
"Tokoh yang terpilih mulai dari Kwee Tek Hoay (1886-1952), Pramoedya Ananta Toer, Chairil Anwar, HB Jassin, sampai dengan Helvy Tiana Rosa yang lahir tahun 1970,” kata Jamal.
Menurut Jamal tidak mudah menyaring ratusan sastrawan Indonesia menjadi 33 tokoh paling berpengaruh.
“Sangat banyak sastrawan yang layak ditetapkan sebagai tokoh. Tim melakukan kajian dan debat yang melelahkan, mengenai siapa yang harus terpilih dan siapa yang tidak. Tentu ada subjektivitas tim juri . Namun, karena delapan tim juri ini memiliki reputasi dan bekerja secara independen, pilihan subjektivitas juri tetap dapat dipertanggung jawabkan secara akademik," kata Jamal.
Empat kriteria dijadikan acuan untuk menetapkan tokoh sastra Indonesia berpengaruh. Pertama, pengaruhnya tidak hanya berskala lokal, melainkan nasional. Kedua, pengaruhnya berkesinambungan, tidak menjadi kehebohan temporal atau hanya sezaman.
Ketiga, tokoh itumenempati posisi kunci, penting dan menentukan. Keempat, tokoh itu sebagai pencetus atau perintis gerakan baru yang kemudian melahirkan pengikut, penggerak, atau penentang.
Ketiga, tokoh itumenempati posisi kunci, penting dan menentukan. Keempat, tokoh itu sebagai pencetus atau perintis gerakan baru yang kemudian melahirkan pengikut, penggerak, atau penentang.
Di antara 33 tokoh tersebut selama ini sudah sangat dikenal oleh publik sastra Indonesia. Antara lain Chairil Anwar, Sutan Takdir Alisjahbana, H.B. Jassin, Pramoedya Ananta Toer, Sutardji Calzoum Bachri, W.S. Rendra, Goenawan Mohammad, Taufik Ismail, dan Ayu Utami.
Selain Jamal D. Rahman, anggota tim penyusun adalah Acep Zamzam Noor, Agus R. Sarjono, Ahmad Gaus, Berthold Damshauser, Joni Ariadinata, Maman S.Mahayana, dan Nenden Lilis Aisyah.
Selasa, 24 Desember 2013
DKL Gelar Silaturahmi dan Panggung Sastrawan Lampung
![]() |
| Asaroedin Malik Zulqornain |
Dewi Ria Angela/Teraslampung.com
BANDARLAMPUNG--Menjelang tutup tahun 2013, panggung sastra Lampung kembali meriah dengan pembacaan karya puisi dan cerpen di Taman Budaya Lampung, Selasa malam (24/12). Pergelaran yang ditaja Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung (DKL) itu menghadirkan sejumlah penyair dan cerpenis Lampung.
Para sastrawan yang tampil antara Asaroedin Malik Zulqornain, Isbedy Stiawan ZS, Syaeful Irba Tanpaka, Iswadi Pratama, Ahmad Yulden Erwin, Udo Z. Karzi,Ari Pahala Hutabarat, Inggit Putria Marga, Fitri Yani, dan Iskandar GB, Edi P, dan Yulizar Fadli.
Unit Mahasiswa Bidang Seni Umitra juga meramaikan acara dengan musikalisasi puisi Sutardji Calzoum Bachri dan Taufik Ismail.
Asaroedin Malik Zulqornain, cerpenis Lampung yang sudah lama malang melintang di dunia sastra nasional sejak 1984, membacakan cerpen tentang TKW.Cerpen humor bernada satir yang pernah dimuat di majalah Humor pada 1984 itu membuat para penonton terhibur. Sebab, cerpen yang dibacakan cerpenis senior Lampung itu banyak mengandung humor segar.
BANDARLAMPUNG--Menjelang tutup tahun 2013, panggung sastra Lampung kembali meriah dengan pembacaan karya puisi dan cerpen di Taman Budaya Lampung, Selasa malam (24/12). Pergelaran yang ditaja Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung (DKL) itu menghadirkan sejumlah penyair dan cerpenis Lampung.
Para sastrawan yang tampil antara Asaroedin Malik Zulqornain, Isbedy Stiawan ZS, Syaeful Irba Tanpaka, Iswadi Pratama, Ahmad Yulden Erwin, Udo Z. Karzi,Ari Pahala Hutabarat, Inggit Putria Marga, Fitri Yani, dan Iskandar GB, Edi P, dan Yulizar Fadli.
Unit Mahasiswa Bidang Seni Umitra juga meramaikan acara dengan musikalisasi puisi Sutardji Calzoum Bachri dan Taufik Ismail.
Asaroedin Malik Zulqornain, cerpenis Lampung yang sudah lama malang melintang di dunia sastra nasional sejak 1984, membacakan cerpen tentang TKW.Cerpen humor bernada satir yang pernah dimuat di majalah Humor pada 1984 itu membuat para penonton terhibur. Sebab, cerpen yang dibacakan cerpenis senior Lampung itu banyak mengandung humor segar.
Kamis, 05 Desember 2013
Pawai Kembang Telur Meriahkan Peringatan 1 Muharam
![]() |
| Pawai kembang telur menyusuri jalan-jalan protokol Kota Bandarlampung |
Batang anak pohon pisang itu juga biasanya diberi aneka hiasan menarik.
Hiasan kembang telur biasa selalu ada ketika warga Muslim menggelar acara-acara syukuran. Misalnya syukuran mencukur rambut bayi, syukuran khitan, syukuran pernikahan, syukuran keberangkatan ibadah haji.
Ketika ribuan kembang telur diarak keliling kota, tentulah menjadi tontonan menarik. Itulah yang terjadi pada Sabtu (30/11), saat Pemerintah Kota Bandarlampung menggelar Pawai Kembang Telur dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1435 Hijriah. Tak kurang dari 6.500 kendaraan hias berupa mobil maupun sepeda motor mengikuti pawai kembang telur yang melintasi jalan-jalan protokol di Kota Bandarlampung.
Pawai kendaraan hias kembang telur ini rutenya dimulai dari Lapangan Merah Enggal, kemudian Jalan Sriwijaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ir. Juanda, Jalan Dokter Susilo, Jalan P. Diponegoro, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan R.A Kartini, Jalan Kotaraja, Jalan Radin Inten, Jalan Ahmad Ibrahim, dan terakhir masuk ke Jalan Sriwijaya untuk berakhir di Lapangan Saburai Enggal.
Pawai yang di lepas langsung oleh Walikota Bandarlampung Drs. H. Herman HN ini merupakan kerjasama dari Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Majelis Taklim Rachmat Hidayat mendapat apresiasi berupa rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori pesta kembang telur terbanyak di Indonesia.
Selain untuk memeriahkan pergantian tahun baru Islam, kegiatan yang diikuti oleh seluruh Kecamatan dan Kelurahan serta Sekolah-Sekolah se-Kota Bandar Lampung ini dimaksudkan untuk menjadi sarana hiburan bagi masyarakat juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya di kota Bandarlampung.
Di Bandarlampung, tradisi pawai mengarak kembang telur dengan aneka hiasan sebenarnya sudah lama dilakukan secara mandiri oleh sejumlah kelompok warga. Biasanya warga Kota Bandarlampung pada tingkat Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW) menggelar pawai kembang telur dan sepeda hias saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Rute yang ditempuh peserta pawai biasanya juga sangat pendek, hanya mengelilingi wilayah RT atau RW.
Junaidi, 50, warga Kelurahan Gulak-Galik, Telukbetung Utara, berharap pawai kembang telur bisa menjadi agenda rutin tahunan untuk peringatan hari besar keagamaan. Dengan begitu, kata Junaidi, nuansa kegotongroyongan warga lebih terlihat.
“Peringatan Maulid Nabi dan 1 Muharam memang sebaiknya bisa dibuat serentak dan melibatkan banyak warga kota. Biar lebih meriah. Selain itu, anak-anak dan remaja juga akan terbiasa merayakan hari besar agama dengan nuansa yang lebih agamis,” kata Junaidi.
Penulis: Lintang Rosalina
Pameran Candi Digelar di Mal
![]() |
| Pameran Candi di Art and Culture Lotte Shopping Avenue, Jakarta, 2-8 Desember 2013. |
"Kami ingin ‘memindahkan’ candi ke tengah-tengah kita, masyarakat perkotaan. Supaya informasi tentang candi, baik mengenai konsep pembangunan dan teknik pembangunan, sampai di masyarakat perkotaan," kata Sri Patmiarsi R, Kepata Sub-Direktorat Eksplorasi dan Dokumentasi Ditjen Kebudayaan Kemdikbud, di Jakarta, Kamis (5/12).
Sri mengatakan mal dipilih sebagai lokasi pameran untuk mendekatkan budaya fisik kepada masyarakat yang ada di perkotaan. Sehingga diharapkan, tidak hanya masyarakat di pedesaan yang mengenal candi, tetapi juga masyarakat perkotaan.
Sementara Sekretaris Ditjen Kebudayaan Gatot Gautama mengatakan, saat ini terdapat berbagai tantangan dalam pelestarian candi-candi di Indonesia. Di antaranya minim informasi masyarakat mengenai upaya konservasi dan pelestarian candi sebagai cagar budaya. Untuk mengatasi masalah tersebut, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman menyelenggarakan pameran dengan memilih mall sebagai lokasinya.
"Tujuan pameran ini agar masyarakat dapat berperan dalam pelestarian warisan budaya bangsa, yang terbukti memiliki peran penting dalam membangun peradaban bangsa," ujar Gatot saat pembukaan pameran. Pameran "Kisah Negeri 1001 Candi" merupakan tindak lanjut dari kegiatan penerbitan buku Candi-candi di Indonesia.
Pameran menampilkan foto-foto candi yang ada di berbagai daerah di Indonesia, informasi mengenai sejarah candi dan teknik pembuatannya, serta ada juga miniatur Candi Borobudur. Beberapa kegiatan pendukung dalam pameran antara lain talk show, workshop membatik, workshop wayang kardus, dan perlombaan menggambar untuk anak-anak.
Penulis: B. Satriaji/Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)





