Bambang Satriaji/Teraslampung.com
JAKARTA—Kementerian Kesehatan mengidentifikasi beberapa penyakit yang bakal mengancam sepanjang 2014. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, menyebutkan penyakit yang masih akan menjadi ancaman kesehatan masyarakat antara lain AIDS, hepatitis, pneumonia, dan diare.
Penyakit bersumber binatang yang diperkirakan akan masih merebak pada 2014 antar lain demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, leptospirosis, flu burung, rabies, dan malaria. Penyakit tidak menular antara lain hipertensi, asma, PPOK, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, dan kanker.
“Kemungkinan ada juga jenis penyakit baru yang patut di waspadai di 2014. Sebab, dari waktu ke waktu mungkin saja muncul virus atau bakteri baru di dunia, baik yang benar-benar baru yang sebelumnya tidak ada, atau bakteri atau virus yang tadinya sudah ada tapi lalu bermutasi menjadi bentuk baru,” kata Tjandra, Jumat (3/1/2014).
Tjandra mengaku dunia kesehatan Indonesia belum dapat meramalkan bakteri atau virus baru apa yang akan muncul, serta tidak bisa juga diperkirakan secara pasti ttg mutasi mana yang akan timbul.
“Artinya, dunia kesehatan dari waktu ke waktu terus melakukan surveilans dan pengamatan,"ujarnya.
Soal potensi penyebaran virus-virus berbahaya seperti H7N9 yang sempat menginfeksi TKI di Hong Kong beberapa waktu lalu, Tjandra mengatakan sejauh ini kasus H7N9 pada manusia masih terbatas di daratan utama China.
Menurut Tjandra beberapa kasus di luar daratan utama China seperti di Taiwan dan Hongkong memiliki riwayat perjalanan ke daratan utama China sebelumnya. Pengendalian penyakit pada sumbernya, yaitu unggas, kata Tjandra, akan menekan angka infeksi pada manusia.
“Secara umum kasus infeksi virus influenza (H7N9, H9N2, H1N1, dll) dipengaruhi musim. Pada musim dingin, kasus influenza cenderung meningkat,” kata dia.
Data di Kementerian Kesehatan menyebutkan kasus MERS-CoV yang pertama kali dideteksi di Saudi Arabia pada September 2012, menyebar ke beberapa negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Jordan, UK, Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Tunisia, dan Kuwait.
Tjandra mengatakan untuk mengantisipasi ancaman penyakit-penyakit tersebut, ada lima antisipasi yang dapat dilakukan masyarakat. Antara lain selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan memakan makan bergizi, berolahraga teratur, istirahat yang cukup, jangan merokok, sering cuci tangan pakai sabun (CTPS).
Kedua, selalu menjaga kebersihan diri, makanan dan lingkunga. Ketiga, mengecek kesehatan secara berkala. Bila ada gangguan kesehatan yang mengganggu maka konsultasi pada petugas kesehatan.
Keempat, harus selalu mengikuti perkembangan masalah kesehatan dengan mengikuti penyuluhan kesehatan, media dan bertanya pada petugas kesehatan. Lima, mengupayakan. Upayakan hidup dengan seimbang, kelola stress, jalankan kaidah-kaidah agama.
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Januari 2014
Selasa, 31 Desember 2013
Digusur BPJS, Kecap Calon Kepala Daerah Terancam tak Laku
Bambang Satriaji/Teraslampung.com
BOGOR—Jualan kecap para calon kepala daerah tidak sebanyak dulu lagi. Para calon kepala daerah kini tak bisa ‘menjual’ berobat gratis kepada warga calon pemilihnya. Sebab, mulai 2014 pemerintah secara resmi menjalankan program jaminan kesehatan gratis melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Peresmian program itu dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Bogor, Jabar, Selasa (31/12). Pada kesempatan itu Menko Kesra Agung Laksono menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan secara simbolis kepada Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, dan Ibu Herawati Boediono.
Dalam sambutannya Presiden SBY mengatakan, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dibuat agar seluruh rakyat mendapatkan perlindungan terhadap masalah kesehatan.
BPJS Kesehatan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2014. Melalui BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Presiden berharap tidak ada rakyat yang ditolak oleh rumah sakit karena alasan biaya, karena per 1 Januari 2014 ini, seluruh masyarakat miskin kini dijamin seluruh kesehatannya oleh pemerintah.
"Melalui BPJS, kini rakyat miskin di seluruh Indonesia bisa berobat dan dirawat gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit," kata Presiden SBY.
Kepala Negara menyebutkan, pada tahap awal ada sekitar 120 juta atau 48% rakyat yang akan dijamin oleh BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Para peserta itu terdiri atas 86,4 juta peserta jamkesmas rakyat, 16 juta peserta askes, dan 7 juta peserta jamsostek. Adapun pada tahap kedua 1 Januari 2019, seluruh rakyat Indonesia direncanakan akan menerima BPJS Kesehatan.
Sedangkan, BPJS Ketenagakerjaan akan mulai efektif berjalan pada tanggal 1 Juli 2015. Presiden menginstruksikan kepada PT Jamsostek untuk mempersiapkan diri dalam melaksanakan program tersebut.
Presiden meminta seluruh aparat untuk memastikan bahwa seluruh peserta asuransi agar mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang sama di rumah sakit. Untuk itu, BPJS harus sudah siap dalam melaksanakan transformasi ini. “Pada tahun 2019 seluruh rakyat Indonesia serta warga negara lain yang tinggal selama 6 bulan dan sudah membayar iuran asuransi,” kata Presiden SBY.
Presiden SBY menginstruksikan pengelola BPJS Kesehatan untuk meningkatkan profesionalisme dalam melayani rakyat. Presiden juga sampaikan agar BPJS dapat ikut menyukseskan milenium development goals dan akan menjadi inspirasi bagi dunia internasional.
“Program ini mulai berjalan secara resmi 1 Januari 2014 sebagai pelaksanaan BPJS Kesehatan. Program jaminan kesehatan nasional saya nyatakan dimulai pemberlakuannya mulai 1 Januari 2014," kata Presiden SBY.
Selama ini, banyak calon kepala daerah di Indonesia memanfaatkan program-program pemerintah pusat sebagai ‘bahan jualan’ kampanye. Selain program Jamkesmas, program pemerintah yang sering dimanfaatkan untuk bahan jualan adalah sekolah gratis melalui tunjangan dana bantuan operasional sekolah (BOS).
![]() |
| Presiden SBY, Ibu Ani Yudhoyono, dan Wapres Boediono memamerkan kartu BPJS di Istana Bogor, Selasa (31/12/2013) |
Peresmian program itu dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Bogor, Jabar, Selasa (31/12). Pada kesempatan itu Menko Kesra Agung Laksono menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan secara simbolis kepada Presiden SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, dan Ibu Herawati Boediono.
Dalam sambutannya Presiden SBY mengatakan, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dibuat agar seluruh rakyat mendapatkan perlindungan terhadap masalah kesehatan.
BPJS Kesehatan diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 2014. Melalui BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Presiden berharap tidak ada rakyat yang ditolak oleh rumah sakit karena alasan biaya, karena per 1 Januari 2014 ini, seluruh masyarakat miskin kini dijamin seluruh kesehatannya oleh pemerintah.
"Melalui BPJS, kini rakyat miskin di seluruh Indonesia bisa berobat dan dirawat gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit," kata Presiden SBY.
Kepala Negara menyebutkan, pada tahap awal ada sekitar 120 juta atau 48% rakyat yang akan dijamin oleh BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Para peserta itu terdiri atas 86,4 juta peserta jamkesmas rakyat, 16 juta peserta askes, dan 7 juta peserta jamsostek. Adapun pada tahap kedua 1 Januari 2019, seluruh rakyat Indonesia direncanakan akan menerima BPJS Kesehatan.
Sedangkan, BPJS Ketenagakerjaan akan mulai efektif berjalan pada tanggal 1 Juli 2015. Presiden menginstruksikan kepada PT Jamsostek untuk mempersiapkan diri dalam melaksanakan program tersebut.
Presiden meminta seluruh aparat untuk memastikan bahwa seluruh peserta asuransi agar mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang sama di rumah sakit. Untuk itu, BPJS harus sudah siap dalam melaksanakan transformasi ini. “Pada tahun 2019 seluruh rakyat Indonesia serta warga negara lain yang tinggal selama 6 bulan dan sudah membayar iuran asuransi,” kata Presiden SBY.
Presiden SBY menginstruksikan pengelola BPJS Kesehatan untuk meningkatkan profesionalisme dalam melayani rakyat. Presiden juga sampaikan agar BPJS dapat ikut menyukseskan milenium development goals dan akan menjadi inspirasi bagi dunia internasional.
“Program ini mulai berjalan secara resmi 1 Januari 2014 sebagai pelaksanaan BPJS Kesehatan. Program jaminan kesehatan nasional saya nyatakan dimulai pemberlakuannya mulai 1 Januari 2014," kata Presiden SBY.
Selama ini, banyak calon kepala daerah di Indonesia memanfaatkan program-program pemerintah pusat sebagai ‘bahan jualan’ kampanye. Selain program Jamkesmas, program pemerintah yang sering dimanfaatkan untuk bahan jualan adalah sekolah gratis melalui tunjangan dana bantuan operasional sekolah (BOS).
Senin, 30 Desember 2013
Perlu Waktu 10 Tahun untuk Siapkan BPJS
Dewi Ria Angela/Teraslampung.com
![]() | |
| Presiden SBY |
BOGOR—Selama hampir 10 tahun ini pemerintah bekerja keras agar BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta program Jaminan Kesehatan Nasional dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia. Ada dua aspek yang telah disiapkan pemerintah, yakni aspek regulasi dan teknis operasional.
Demikian pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan meluncurkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/12).
Dari aspek regulasi, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai landasan hukum agar program jaminan sosial oleh BPJS segera dapat diterapkan. Soal aspek teknis operasional, pemerintah telah belajar banyak dari pengalaman badan penyelenggara, seperti PT. Askes, Jamsostek, Taspen, dan Asabari.
"Kita juga dapat mengambil pengalaman dari penyelenggaran jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Simulasi dan perencanaan juga telah dilakukan," Presiden SBY menjelaskan.
Presiden yakin dengan segudang pengalamannya, PT. Askes dan PT. Jamsostek telah siap menjadi BPJS yang profesional, yang mengutamakan pelayanan prima berkualitas dan berkelas dunia.
"Dengan kepesertaan yang jumlahnya besar dan cakupan pelayanannya yang luas, penyelenggaraan jaminan sosial oleh BPJS diharapkan memberikan manfaat dan keuntungan yang besar bagi para anggotanya. Selain itu, BPJS juga dapat menjadi model dan sekaligus best practices bagi negara-negara lain di dunia," SBY menambahkan.
Hadir pula dalam acara peluncuran ini, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Menkumham Amir Samsudin, Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menkes Nafsiah Mboi, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana.
Demikian pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan meluncurkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/12).
Dari aspek regulasi, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai landasan hukum agar program jaminan sosial oleh BPJS segera dapat diterapkan. Soal aspek teknis operasional, pemerintah telah belajar banyak dari pengalaman badan penyelenggara, seperti PT. Askes, Jamsostek, Taspen, dan Asabari.
"Kita juga dapat mengambil pengalaman dari penyelenggaran jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Simulasi dan perencanaan juga telah dilakukan," Presiden SBY menjelaskan.
Presiden yakin dengan segudang pengalamannya, PT. Askes dan PT. Jamsostek telah siap menjadi BPJS yang profesional, yang mengutamakan pelayanan prima berkualitas dan berkelas dunia.
"Dengan kepesertaan yang jumlahnya besar dan cakupan pelayanannya yang luas, penyelenggaraan jaminan sosial oleh BPJS diharapkan memberikan manfaat dan keuntungan yang besar bagi para anggotanya. Selain itu, BPJS juga dapat menjadi model dan sekaligus best practices bagi negara-negara lain di dunia," SBY menambahkan.
Hadir pula dalam acara peluncuran ini, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Menkumham Amir Samsudin, Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menkes Nafsiah Mboi, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana.
Rabu, 04 Desember 2013
Perantau Lampung Galang Dana untuk Aqila
![]() |
| Aqila digendong Tulasmi (Dok Radar Lampung) |
JAKARTA--Masyarakat Lampung yang tengah merantau di Jakarta berinisiatif menggalang dana bantuan bagi Aqila Zaneta, bayi berusia 10 bulan penderita atresia bilier.
Salah seorang relawan, Dyah Paramita (26) mengatakan, informasi mengenai Aqila diketahui dari temannya di Lampung. Setelah mengonfirmasi kebenaran berita tentang Aqila, Dyah kemudian mengajak teman-temannya untuk bersama-sama membantu meringankan biaya pengobatan Aqila.
"Ada juga teman-teman, yang dahulu kuliah di Lampung dan sudah kembali ke Jakarta, turut memberikan bantuan. Awalnya inisiatif pribadi karena sama-sama orang Lampung, ternyata banyak yang merespon," kata Dyah, Rabu (4/12/2013).
Penggalangan bantuan sudah mulai dilakukan sejak Senin (2/12/2013) secara swadaya. Bantuan dapat disalurkan melalui nomor rekening BRI 0329-01-037877-50-1 atas nama Dyah Paramita atau Bank Mandiri 115-000-559-4942 atas nama Hasaumi Mayaranti. Seluruh bantuan rencananya akan diberikan langsung kepada bapak Aqila, Tri Setyo Cahyono pada Minggu (8/12/2013).
"Seluruh bantuan yang terkumpul akan kami serahkan langsung ke Pak Tri. Semoga bisa berguna bagi Aqila," tutur Dyah.
Aqila merupakan warga Kabupaten Pringsewu, Lampung. Atresia bilier yang diderita Aqila adalah kondisi bawaan (kongenital), di mana terjadi penyumbatan pada saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu. Kondisi itu terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Indikasi penderita atresia bilier adalah kekurangan cairan, demam, perut membuncit, dan kesulitan makan.
Salah seorang relawan, Dyah Paramita (26) mengatakan, informasi mengenai Aqila diketahui dari temannya di Lampung. Setelah mengonfirmasi kebenaran berita tentang Aqila, Dyah kemudian mengajak teman-temannya untuk bersama-sama membantu meringankan biaya pengobatan Aqila.
"Ada juga teman-teman, yang dahulu kuliah di Lampung dan sudah kembali ke Jakarta, turut memberikan bantuan. Awalnya inisiatif pribadi karena sama-sama orang Lampung, ternyata banyak yang merespon," kata Dyah, Rabu (4/12/2013).
Penggalangan bantuan sudah mulai dilakukan sejak Senin (2/12/2013) secara swadaya. Bantuan dapat disalurkan melalui nomor rekening BRI 0329-01-037877-50-1 atas nama Dyah Paramita atau Bank Mandiri 115-000-559-4942 atas nama Hasaumi Mayaranti. Seluruh bantuan rencananya akan diberikan langsung kepada bapak Aqila, Tri Setyo Cahyono pada Minggu (8/12/2013).
"Seluruh bantuan yang terkumpul akan kami serahkan langsung ke Pak Tri. Semoga bisa berguna bagi Aqila," tutur Dyah.
Aqila merupakan warga Kabupaten Pringsewu, Lampung. Atresia bilier yang diderita Aqila adalah kondisi bawaan (kongenital), di mana terjadi penyumbatan pada saluran yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu. Kondisi itu terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal. Indikasi penderita atresia bilier adalah kekurangan cairan, demam, perut membuncit, dan kesulitan makan.
Tulasmi, ibunda Aqila, mengaku senang tinggal di kosan barunya itu daripada di RSCM.
"Alhamdulillah, saya bersyukur Aqila baik-baik saja. Perutnya juga sudah mulai mengecil, tidak panas. Diberi makan juga dia mau. Saya merasa nyaman di sini," kata Tulasmi.
Balita 10 bulan itu sehari-hari hanya diberi air susu ibu (ASI) dan susu formula. Sementara untuk makan, Aqila disuapi nasi bubur instan.
Selain itu, selama menjalani rawat jalan, Aqila diberikan obat generik dalam bentuk racikan sesuai yang disarankan dokter RSCM. Obat yang ditebus di apotek itu terdiri atas empat macam dan diminumkan rutin setiap hari dengan aturan pakai yang dianjurkan.
Penulis: J. Kalimasada
Jumat, 29 November 2013
Ratusan Pelajar Terlibat dalam Peringatan Hari AIDS
Bandarlampungm, Teraslampung.com-Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung memperingati Hari AIDS se-Dunia 1 Desember 2013, dengan menggelar serangkaian kegiatan dan lomba melibatkan remaja pelajar di Lampung.
Panitia peringatan Hari AIDS se-Dunia di PKBI Lampung, Dwi Hafsah Handayani, mengatakan rangkaian kegiatan Hari AIDS se-Dunia itu dipusatkan kantor PKBI di Bandarlampung, Sabtu (30/11).
Kegiatannya antara lain Celebrate Dance4life berupa lomba tari/dance modifikasi, lomba pembuatan majalah dinding, ranking 1, pameran, dan donor darah.
"Kami melibatkan sekitar 650 remaja dalam rangkaian acara tersebut. Ini sekaligus juga kampanye tentang pencegahan dan penanggulangan AIDS di kalangan pelajar," kata Hafsah.
Hafsah mengatakan ratusan remaja itu berasal dari 19 sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Kota Bandarlampung.
Direktur PKBI, Herdimandyah, mengatakan para pelajar perlu banyak dilibatkan dalam kegiagan seperti ini. Informasi tentang AIDS dan kesehatan reproduksi bagi mereka sangat penting. Menurut Herdimansyah dengan adanya pemahaman yang baik, diharapkan para pelajar di Lampunng nantinya memiliki kesadaran akan ancaman penyebaran dan penularan HIV/AIDS sekaligus sikap dan perilaku yang tidak diskriminatif kepada mereka yang tertulari virus HIV maupun terkena AIDS (Orang dengan HIV/AIDS-ODHA).
"Upaya sangat penting untuk menekan penularan HIV/AIDS terutama kepada mereka yang berisiko tinggi sekaligus memberikan informasi yang benar tentang penularannya serta perlakuan yang tepat kepada para ODHA yang tidak lagi diskriminatif dan mengucilkan mereka," kata dia.
Herdi mengatakan meskipun angkanya tidak setinggi di Jakarta dan kota-kota besar lain, ancaman penyakit AIDS di Lampung lumayan besar. Indikasinya, kata Herdi, dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah penderita AIDS.
"Riset kami beberapa tahun lalu menyimpulkan bahwa para pelajar SMA/SMK di Lampung sudah banyak yang terlibat aktivitas seks. Maka pendidikan dan informasi tentang kesehatan reproduksi, dampak seks bebas, dan bahaya AIDS di kalangan pelajar perlu dilakukan kontinu," kata Herdi.
Penulis: Bayu Anggoro
Panitia peringatan Hari AIDS se-Dunia di PKBI Lampung, Dwi Hafsah Handayani, mengatakan rangkaian kegiatan Hari AIDS se-Dunia itu dipusatkan kantor PKBI di Bandarlampung, Sabtu (30/11).
Kegiatannya antara lain Celebrate Dance4life berupa lomba tari/dance modifikasi, lomba pembuatan majalah dinding, ranking 1, pameran, dan donor darah.
"Kami melibatkan sekitar 650 remaja dalam rangkaian acara tersebut. Ini sekaligus juga kampanye tentang pencegahan dan penanggulangan AIDS di kalangan pelajar," kata Hafsah.
Hafsah mengatakan ratusan remaja itu berasal dari 19 sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di Kota Bandarlampung.
Direktur PKBI, Herdimandyah, mengatakan para pelajar perlu banyak dilibatkan dalam kegiagan seperti ini. Informasi tentang AIDS dan kesehatan reproduksi bagi mereka sangat penting. Menurut Herdimansyah dengan adanya pemahaman yang baik, diharapkan para pelajar di Lampunng nantinya memiliki kesadaran akan ancaman penyebaran dan penularan HIV/AIDS sekaligus sikap dan perilaku yang tidak diskriminatif kepada mereka yang tertulari virus HIV maupun terkena AIDS (Orang dengan HIV/AIDS-ODHA).
"Upaya sangat penting untuk menekan penularan HIV/AIDS terutama kepada mereka yang berisiko tinggi sekaligus memberikan informasi yang benar tentang penularannya serta perlakuan yang tepat kepada para ODHA yang tidak lagi diskriminatif dan mengucilkan mereka," kata dia.
Herdi mengatakan meskipun angkanya tidak setinggi di Jakarta dan kota-kota besar lain, ancaman penyakit AIDS di Lampung lumayan besar. Indikasinya, kata Herdi, dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah penderita AIDS.
"Riset kami beberapa tahun lalu menyimpulkan bahwa para pelajar SMA/SMK di Lampung sudah banyak yang terlibat aktivitas seks. Maka pendidikan dan informasi tentang kesehatan reproduksi, dampak seks bebas, dan bahaya AIDS di kalangan pelajar perlu dilakukan kontinu," kata Herdi.
Penulis: Bayu Anggoro
Jumat, 15 November 2013
Mukhlis Basri Raih Penghargaan Bidang Kesehatan
![]() |
| Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri |
Penghargaan di bidang kesehatan itu diberikan kepada Bupati Mukhlis Basri karena sebagai kepala daerah dia dinilai berbasil memberikan jaminan kesehatan kepada warga Lampung Barat.
Kabupaten Lampung Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sudah memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat. Pelayanan kesehatan gratis diberikan kepada warga Lampung Barat yang memegang Kartu Program Kesehatan Masyarakat Gratis (PKMG).
Program PKMG yang dimulai pada 2009 lalu itu dinilai berhasil menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Mukhlis mengatakan Kartu PKMG merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kepada masyarakatnya.
“Pokoknya semua warga Lampung Barat yang tidak menjadi peserta Jamkesmas, Jamkesda serta ASKES PNS akan menerima kartu PKMG sehingga masyarakat Lampung Barat tetap berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Pelayanan kesehatan gratis, menurut Mukhlis, berlaku di bidan desa, Puskesmas Pembantu, Puskesdes maupun RSUD,” kata Mukhlis.
Mukhlis mengaku penghargaan di bidang kesehatan itu merupakan milik masyarakat yang telah berpartisipasi aktif mensuskeskan pembangunan kesehatan di bumi "Beguai Jejama Sai Betik".
"Penghargaan di bidang kesehatan ini telah melalui proses penilaian oleh tim dari Kementerian Kesehatan yang turun ke beberapa lokasi sebagai objek penilaian. Kita semua bersyukur atas prestasi ini," ujat Kabag Humas dan Protokol Burlianto Eka Putra.
Tahun ini Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi memberikan penghargaan kepada individu, lembaga, dan mitra yang telah berjasa dalam pembangunan kesehatan.
Selain Mukhlis Basri, ada 3 kepala daerah lain dan seorang ketua penggerak PKK yang mendapatkan Penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala. Yaitu Bupati Sijunjung Drs. Yuswir Arifin, Bupati Kulonprogo Dr. Hasto Wardoyo Sp.OG(K), Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Solok , Ny. Hj. Erlinda Syamsu Rahim, S.Sos.
Sementara Bupati Gorontalo David Babihoe Akib dan Walikota Balikpapan H. Rizal Effendi, SE mendapat Penghargaan Ksatria Bakti Husada Kartika. (SA)
Langganan:
Postingan (Atom)





