Tampilkan postingan dengan label Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Desember 2013

Meriah, Pesta Tahun Baru di Bundaran Tugu Pengantin Bandar Lampung



Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG—Pesta kembang api menyambut tahun baru 2014 di Tugu Pengantin, Lungsir, Bandarlampung lebih meriah dibanding acara serupa yang diselenggarakan Pemkot Bandarlampung dan Pemprov Lampung. Ledakan kembang api di udara sudah mulai sekitar pukul 23.30 hingga pergantian tahun 2014.

Umumnya warga yang menyambut tahun baru di sekitar Tugu Pengantin adalah anak-anak muda dan rombongan keluarga. Selain datang dengan mobil dan sepeda motor, banyak juga pengunjung yang datang berjalan kaki.

Tempat favorit baru bagi para remaja di Lampung itu sudah ramai sejak pukul 19.00 WIB. Anak-anak muda secara bergerombol duduk-duduk di sepanjang trotoar di depan kantor Pemkot Banarlampung sambil menikmati makan ringan dan ngopi.

Hampir semua sudut ruang di sekitar taman yang dihiasi air mancar dan lampu warna-warni itu tak lowong.Bahkan, taman yang pada hari-hari biasa rumputnya tidak boleh diinjak pun dipenuhi warga. Mereka menggelar tikar bersama anggota keluarga, sambil menunggu saat pesta kembang api pergantian tahun.

Digelar secara mandiri, tak ada panitia, dan tidak ada yang mengomando, pengunjung tampak tertib. Meskipun begitu, saat waktu makin beringsut dan pesta kembang api hampir selesai, ‘kekacauan’ pun terjadi. Hujan yang mulai turun rintik-rintik membuat pengunjung yang datang bermotor mulai beringsut pulang. Karena mereka meninggalkan lokasi bersamaan, kemacetan di sekitar Jl. Diponegoro ke arah Telukbetung dan arah sebaliknya pun terjadi.

Selasa, 19 November 2013

Warga Ajak Selamatkan Hutan Kota

BANDARLAMPUNG--Sejumlah spanduk berisi imbauan penyeleamatan Hutan Kota Bandarlampung kini terpampang di kompleks Hutan Kota, Way Halim, Bandarlampung. Spanduk itu antara lain ditempel oleh LBH Bandarlampung, Mitra Bentala, dan KPW PRD Lampung.

Hutan Kota Bandarlampung di wilayah Way Halim adalah paru-paru yang menjadi tumpuan ratusan ribu warga kota. Sengketa lahan menyebabkan ruang terbuka hijau sempat merana.

Kini warga berharap Hutan Kota Bandarlampung bisa diselamatkan, seperti tertera dalam spanduk yang tertempel di dinding tembok hutan kota tersebut. Satu-satunya hutan kota yang menjadi ruang terbuka hijau bagi bagi warga Kota Bandarlampung itu beberapa waktu lalu sudah terancam hilang.

Itu lantaran kawasan seluas 13 hektare yang berada di tengah Kota Bandarlampung tiba-tiba dibeli oleh sebuah perusahaan untuk dibangun rumah toko, hotel, dan restoran.
Spanduk di tembok Hutan Kota. (Foto: Aryanto Pussbik)

Penguasaan lahan itu dinilai DPRD dan warga kota tidak sah dan ada unsur korupsi.DPRD Kota Bandarlampung kemudian melaporkan oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung karena telah mengalihkan kepemilikan Taman Hutan Kota Bandarlampung di Kelurahan Way Halim kepada orang lain.

Hutan Kota Bandarlampung sebenarnya merupakan tanah negara dan selama ini menjadi ruang terbuka hijau. Sejak 2009 lalu paru-paru kota itu dikuasai PT Hasil Karya Kita Bersama (HKKB).

Sebelum dikuasai oleh PT WHP, Hutan Kota Bandarlampung dikelola oleh PT Way Halim Permai (WHP). Selain memiliki izin hak guna usaha, PT WHP juga memiliki hak guna bangunan (HGB). Izin HGU PT WHP habis masa berlakunya pada 2011. Namun, pada 2009 lalu PT WHP menjualnya kepada PT HKKB.

Penjualan atau pengalihan tanah Taman Huta Kota Bandarkampung dilakukan PT WHP pada 22 Desember 2009 dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,5 miliar.

Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan PT WHP yang diwakili Tommy S. Sanjoto selaku direktur utama dan pihak kedua PT HKKB yang diwakili Mintardi Halim selaku direktur.

Dewira